kerusakan besar adanya pertambangan di kepulauan kabaena
sentral bisnis-Pulau Kabaena secara historis berkaitan erat dengan cara hidup masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya alam,
meskipun saat ini pulau tersebut menghadapi tantangan lingkungan yang signifikan akibat pertambangan nikel.
Praktik Masyarakat Lokal yang Ramah Lingkungan


Menjaga “Menara Air” Pulau: Masyarakat lokal secara tradisional memahami pentingnya menjaga sumber daya air, yang vital bagi kehidupan di pulau kecil tersebut
Gaya Hidup Tradisional yang Ramah Lingkungan
Masyarakat di Kabaena, khususnya di desa-desa seperti Tangkeno, masih menjalani kehidupan yang selaras dengan alam.
Sebagai keturunan Mokole Kabaena, mereka berbicara dalam bahasa tradisional Tokotua dan mempraktikkan p
ertanian bergilir (shifting cultivation) yang berkelanjutan, tanpa merusak tanah secara permanen
Tanaman utama meliputi cengkeh, kopi, jambu mete, kelapa, dan aren, yang ditanam di lahan subur pada ketinggian 650 meter di atas permukaan laut.
Inisiatif dan Tantangan Ramah Lingkungan
Perlindungan Sumber Air dan Hutan: Pemimpin adat seperti Abdul Madjid Ege di Tangkeno menolak konsesi tambang sejak 2009,
dengan filosofi “wita wutonto” (tanah adalah diri kita) untuk menjaga “menara air” pulau yang memasok sungai ke seluruh Kabaena.
Ini mencegah deforestasi dan menjaga aliran air untuk 31.000 penduduk.
Rehabilitasi Lahan oleh Perusahaan: Beberapa perusahaan seperti PT BMR menggunakan teknologi heap leach untuk mengolah nike
Secara keseluruhan, pengelolaan sampah di Kepulauan Kabaena memerlukan solusi infrastruktur yang mendesak,
Kurangnya Kepedulian Masyarakat: Tingkat kepedulian masyarakat terhadap pemilahan dan pengelolaan sampah
Apakah Anda ingin saya segera mengembangkan kerangka ini menjadi artikel penuh, atau ada bagian tertentu
(misalnya fokus pada Suku Moronene atau Suku Bajau) yang ingin Anda tambahkan atau kurangi?
Kepulauan Kabaena adalah cerminan ironi transisi energi global; di satu sisi nikelnya mendukung kendaraan listrik yang “bersih”, di sisi lain,
merusak gaya hidup yang sudah bersih dan berkelanjutan yang dijalankan masyarakatnya. Masa depan Kabaena tergantung pada kemampuan
semua pihak untuk kembali menjadikan kearifan lokal sebagai panduan utama dalam menjaga warisan alam dan budaya.

Kerusakan Besar Akibat Pertambangan Nikel di Kepulauan Kabaena
Pulau Kabaena, yang terletak di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Indonesia, menghadapi ancaman serius akibat ekspansi pertambangan nikel
Kerusakan ini tidak hanya ekologis tapi juga sosial-ekonomi,

