Perkembangan Lingkungan Suku Bajo
sentral-pasar-Perkembangan lingkungan Suku Bajo menunjukkan perubahan dari pola hidup nomaden ke menetap, dengan pemukiman tradisional.
secara nomaden di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Mereka terkenal dengan gaya hidup yang bergantung pada laut,
tinggal di rumah panggung di atas air atau perahu, dan keterampilan menyelam bebas untuk mencari nafkah dari hasil laut.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, lingkungan hidup mereka mengalami perkembangan dan perubahan signifikan akibat faktor alam, manusia, dan modernisasi.
Berikut adalah ringkasan utama berdasarkan berbagai sumber.
Perubahan Pola Pemukiman dan Adaptasi
Pergeseran dari Laut ke Darat: Awalnya, Suku Bajo hidup di atas perahu atau rumah panggung di laut, tetapi kondisi alam
pantai yang semakin rusak mendorong mereka bergeser ke daratan. Misalnya, di Kelurahan Bajoe, Sulawesi Selatan,
rumah-rumah mereka berubah dalam luas, jumlah, dan fungsi ruang sebagai respons terhadap perubahan lingkungan.
Di Desa Bajo, pembangunan perumahan meningkat dari 2005 hingga 2015, menjadi empat lingkungan berdasarkan kebijakan pemerintah.
Perubahan ini juga terlihat di BajoE, di mana pola permukiman beradaptasisetelah kontak dengan suku lain seperti Bugis.

Pergeseran dari Laut ke Darat: Awalnya, Suku Bajo hidup di atas perahu atau rumah panggung di laut, tetapi kondisi alam pantai
yang semakin rusak mendorong mereka bergeser ke daratan. Misalnya, di Kelurahan Bajoe, Sulawesi Selatan, rumah-rumah mereka
berubah dalam luas, jumlah, dan fungsi ruang sebagairespons terhadap perubahan lingkungan. Di Desa Bajo, pembangunan perumahan
meningkat dari 2005 hingga 2015, menjadi empat lingkungan berdasarkan kebijakan pemerintah. Perubahan ini juga terlihat di BajoE,
di mana pola permukiman beradaptasi setelah kontak dengan suku lain seperti Bugis.
Secara keseluruhan, perkembangan lingkungan Suku Bajo cenderung negatif, dengan transisi ke daratan sebagai adaptasi utama.
Namun, ini juga membuka peluang untuk pengembangan permukiman yang lebih berkelanjutan,
seperti di wilayah pesisir dengan akses transportasi yang lebih baik. Upaya konservasi dan dukungan pemerintah diperlukan untuk
menjaga kelestarian budaya mereka