Close

Perkembangan Lingkungan Suku Bajo

Perkembangan Lingkungan Suku Bajo
  • PublishedNovember 19, 2025

sentral-pasar-Perkembangan lingkungan Suku Bajo menunjukkan perubahan dari pola hidup nomaden ke menetap, dengan pemukiman tradisional.

secara nomaden di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Mereka terkenal dengan gaya hidup yang bergantung pada laut,

tinggal di rumah panggung di atas air atau perahu, dan keterampilan menyelam bebas untuk mencari nafkah dari hasil laut.

The Bajo Tribe: Indonesia's Legendary Sea Nomads - IndonesiaJuara

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, lingkungan hidup mereka mengalami perkembangan dan perubahan signifikan akibat faktor alam, manusia, dan modernisasi.

Berikut adalah ringkasan utama berdasarkan berbagai sumber.

 

Perubahan Pola Pemukiman dan Adaptasi

 

Pergeseran dari Laut ke Darat: Awalnya, Suku Bajo hidup di atas perahu atau rumah panggung di laut, tetapi kondisi alam

pantai yang semakin rusak mendorong mereka bergeser ke daratan. Misalnya, di Kelurahan Bajoe, Sulawesi Selatan,

rumah-rumah mereka berubah dalam luas, jumlah, dan fungsi ruang sebagai respons terhadap perubahan lingkungan.

Di Desa Bajo, pembangunan perumahan meningkat dari 2005 hingga 2015, menjadi empat lingkungan berdasarkan kebijakan pemerintah.

Perubahan ini juga terlihat di BajoE, di mana pola permukiman beradaptasisetelah kontak dengan suku lain seperti Bugis.

 

In Indonesia's coastal villages, the plastic crisis is both ...

Pergeseran dari Laut ke Darat: Awalnya, Suku Bajo hidup di atas perahu atau rumah panggung di laut, tetapi kondisi alam pantai

yang semakin rusak mendorong mereka bergeser ke daratan. Misalnya, di Kelurahan Bajoe, Sulawesi Selatan, rumah-rumah mereka

berubah dalam luas, jumlah, dan fungsi ruang sebagairespons terhadap perubahan lingkungan. Di Desa Bajo, pembangunan perumahan

meningkat dari 2005 hingga 2015, menjadi empat lingkungan berdasarkan kebijakan pemerintah. Perubahan ini juga terlihat di BajoE,

di mana pola permukiman beradaptasi setelah kontak dengan suku lain seperti Bugis.

Prosesi Duata, Ritual Adat Suku Bajo - In Indonesiaku

Secara keseluruhan, perkembangan lingkungan Suku Bajo cenderung negatif, dengan transisi ke daratan sebagai adaptasi utama.
Namun, ini juga membuka peluang untuk pengembangan permukiman yang lebih berkelanjutan,

seperti di wilayah pesisir dengan akses transportasi yang lebih baik. Upaya konservasi dan dukungan pemerintah diperlukan untuk

menjaga kelestarian budaya mereka 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *