Panduan Lengkap Coto Makassar

sentral-bisnis-Coto Makassar adalah salah satu warisan kuliner paling ikonik dari Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.
Sup daging sapi berkuah kental berwarna kecokelatan ini sudah menjadi identitas masyarakat Bugis-Makassar selama ratusan tahun.
Rasanya yang gurih, pedas ringan, dan aroma rempah yang kuat membuat coto Makassar selalu dirindukan, baik oleh warga lokal
maupun wisatawan.Sejarah Singkat Coto MakassarMenurut cerita turun-temurun, coto Makassar mulai populer sejak abad ke-16
pada masa Kerajaan Gowa. Kata “coto” konon berasal dari bahasa Bugis-Makassar “soto” yang berarti sup, namun ada juga yang
menyebut berasal dari kata Hokkian “chao tou” (daging rebus) karena pengaruh pedagang Tionghoa di pelabuhan Makassar tempo dulu
.Dulu, coto hanya disajikan pada acara-acara adat, syukuran, atau saat menyambut tamu penting. Seiring waktu, makanan ini menjadi
santapan sehari-hari yang dijual di warung-warung pinggir jalan hingga restoran ternama.Ciri Khas dan Bahan-Bahan UtamaYang membuat
coto Makassar berbeda dari soto di daerah lain adalah:
Campuran 40 jenis rempah (meski resep asli tiap penjual dirahasiakan), tapi yang pasti ada serai, lengkuas, jahe, ketumbar, jintan, dan tauco khusus Makassar.
Pelengkap wajib: sambal tauco, jeruk nipis, bawang goreng, daun bawang, seledri, dan kerupuk emping.
Cara Penyajian KlasikCoto Makassar biasanya disajikan panas-panas dalam mangkuk tanah liat atau mangkuk biasa.Coto biasa (dengan jeroan lengkap)
Coto “polu” atau coto bersih (hanya daging tanpa jeroan)
Tempat Makan Coto Makassar Legendaris (yang masih eksis 2025)Coto Makassar Paraikatte – Jl. Nusantara (cabang banyak, yang asli sejak 1960-an)
Coto Gagak – Jl. Gagak (terkenal kuahnya paling kental)
Coto Ranggong – daerah Panakkukang
Coto Nusantara – Jl. Boulevard (favorit anak muda karena ada menu modern)
Coto Daeng Sirua – Jl. Veteran Selatan
Tips Makan Coto Makassar Biar Maksimal