mengenal Sejarah Bedak Lotong (Bedda Lotong) bugis
sentral-bisnis– bedak lotong atau yang lebih dikenal sebagai Bedda Lotong (bedak hitam). Ini adalah salah satu warisan kecantikan tradisional dari suku Bugis di Sulawesi Selatan, Indonesia.
Bukan bedak biasa, tapi lulur alami yang punya cerita panjang. Aku rangkum sejarahnya secara singkat dan menarik berdasarkan sumber terpercaya ya!
Lulur Bedda Lotong adalah lulur berwarna hitam pekat dengan bahan utama ketan hitam. Dulunya lulur ini adalah lulur para bangsawan pada masa kerajaan di Indonesia.
Bedak Lotong dalam Tradisi Melayu
Bedak Lotong bukan hanya digunakan untuk tujuan kecantikan, tetapi juga dalam berbagai upacara adat.
Pada masa lalu, bedak ini sering kali menjadi bagian dari persiapan pengantin wanita dalam tradisi pernikahan Melayu.
Bedak Lotong dioleskan di wajah pengantin sebagai simbol kemurnian, kesucian, dan kesegaran, yang diyakini akan membawa keberuntungan dalam kehidupan pernikahan mereka.
Di beberapa tempat, Bedak Lotong bahkan bisa menjadi bagian dari ritual pengobatan atau perawatan setelah melahirkan.
Misalnya, seorang ibu setelah melahirkan bisa mengoleskan bedak ini pada wajah dan tubuhnya untuk mengembalikan kelembutan kulit,
selain untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kulit.
sal-Usul dan Sejarah
Awal Mula: Bedda Lotong berasal dari tradisi suku Bugis yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu,
kemungkinan dari era kerajaan-kerajaan Bugis seperti Sengkang dan Soppeng.
Awalnya, ini hanya digunakan oleh perempuan bangsawan (seperti putri arung atau keturunan bangsawan) sebagai bagian dari ritual kecantikan sebelum pernikahan.
Diyakini, lulur ini bisa membuat kulit glowing dan melambangkan kemurnian serta keanggunan.
Tradisi ini turun-temurun dan jadi simbol status sosial di kalangan elite Bugis.
Bahan dan Proses Pembuatan Bedak Lotong
Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai Bedak Lotong, bahan-bahan alami yang biasa digunakan dalam pembuatan bedak ini sering kali termasuk:
-
Tepung Beras: Beras digunakan karena dikenal kaya akan vitamin B, yang dapat membantu menenangkan dan mencerahkan kulit. Dalam banyak budaya Asia,
tepung beras sering digunakan sebagai bahan alami untuk perawatan kulit.
-
Kunyit: Kunyit tidak hanya memberikan warna kekuningan pada bedak, tetapi juga mengandung senyawa kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Kunyit dikenal untuk membantu mencerahkan kulit dan mengatasi masalah kulit seperti jerawat dan noda hitam.
-
Beras Ketan Hitam: Terkadang, dalam variasi tertentu, beras ketan hitam bisa digunakan sebagai bahan tambahan karena kandungannya yang kaya akan nutrisi dan antioksidan.
-
Santan Kelapa: Santan juga sering digunakan dalam pembuatan bedak ini untuk memberikan kelembutan pada kulit, serta membantu melembapkan dan memberi nutrisi.
Proses pembuatannya biasanya melibatkan penggilingan bahan-bahan tersebut hingga menjadi serbuk halus yang dapat dipakai di wajah atau tubuh.
Makna Simbolik Bedak Lotong dalam Budaya
Selain manfaat fisiknya, Bedak Lotong juga memiliki nilai simbolik yang penting dalam budaya Melayu. Nama “lotong” yang mengacu kepada
monyet dipercaya memiliki kaitan dengan sifat-sifat tertentu yang diyakini bermanfaat, seperti ketangkasan, kecekatan, dan keberanian.
Penggunaan Bedak Lotong juga terkait dengan kesederhanaan dan hubungan manusia dengan alam.
Bedak Lotong di Dunia Kontemporer
Meski produk kecantikan modern telah menggantikan banyak penggunaan bahan-bahan tradisional,
Bedak Lotong mengalami kebangkitan di kalangan konsumen yang lebih sadar akan bahan alami dan keberlanjutan.
Di sisi lain, Bedak Lotong juga menarik minat wisatawan atau mereka yang tertarik dengan budaya tradisiona
Bedak Lotong di Masa Kini
Seiring berkembangnya zaman, penggunaan Bedak Lotong mulai berkurang karena adanya produk kecantikan modern yang lebih praktis dan efisien.
Namun, di beberapa komunitas, terutama di pedesaan atau dalam kalangan tertentu yang masih mempertahankan tradisi,
Bedak Lotong tetap digunakan sebagai bagian dari ritual kecantikan tradisional.
Kesimpulan
Bedak Lotong adalah contoh bagaimana tradisi dan budaya lokal dapat bertahan meskipun dunia terus berubah.
Meskipun pengaruh produk kecantikan modern sangat kuat, Bedak Lotong tetap bertahan
sebagai bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai estetika dan kesehatan tersendiri.