makanan pokok tradisional khas dari Sulawesi Tenggara
sentral-bisnis-Kasuami adalah makanan tradisional sulawesi tenggara ,
khususnya populer di kalangan masyarakat Buton dan Wakatobi
Makanan ini terbuat dari bahan dasar singkong parut yang dikukus dan biasanya dibentuk menjadi kerucut atau tumpeng.
Kasuami menjadi konsumsi makanan sehari-hari oleh warga nelayan dan petani di daerah ini.
Dikarenanan tanaman padi tidak bisa tumbuh di daerah mereka,
karenanya tanaman singkong tumbuh subur di sana.
Kelebihan makanan kasuami adalah karena makanan tersbut tidak mudah basi.
Bahkan para pelaut menjadikan makanan dari singkong ini sebagai bekal. Sebab,
bisa bertahan lama dan dapat dikonsumsi hingga 14 sampai 20 hari.
Tapi jika singkong parut yang digunakan belum dikukus, kasuami bisa bertahan hingga 30 hari.
Kasuami biasanya disajikan dengan berbagai lauk seperti ikan (baik goreng ataupun berkuah),
bisa juga disajikan dengan sayur pepaya muda,daun pepaya, atau bunga pepaya.
Sebagai pelengkap ditambahkan sambal tomat super pedas yang disebut
Colo-colo yang isinya adalah irisan cabe, bawang, tomat, dan perasan jeruk nipis.
Karakteristik Kasuami:
Bahan Utama : singkong
Proses Pembuatan: Singkong parut diperas untuk mengurangi kadar air dan zat asa
kemudian dikukus dalam cetakan tradisional yang terbuat dari daun kelapa.
Bentuk: Umumnya berbentuk seperti tumpeng atau kerucut
Rasa dan Penyajian: Rasanya cenderung netral, membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai lauk pauk, terutama hidangan laut seperti ikan bakar, sup ikan
Daya Tahan: Kasuami dikenal memiliki daya simpan yang baik dan tidak mudah basi
Kasuami mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil alam di daerah mereka yang sulit ditanami padi, di mana singkong tumbuh subur.
Faktor yang memengaruhi kandungan kalori
Bahan tambahan:
Kalori akan bertambah jika disajikan dengan bumbu atau bahan tambahan lain.
Ukuran porsi:
Jumlah kalori akan berbeda tergantung seberapa banyak kasoami yang dikonsumsi.
Cara pengolahan:
Metode pengukusan (soa) pada kasoami modern membuat kalorinya sedikit lebih rendah dibandingkan kasoami tradisional